Oleh: azer10 | September 24, 2007

Pembajakan atau Berbagi Ilmu?

Pembajakan bukan merupakan suatu fenomena yang baru bagi bangsa Indonesia. Pembajakan ini sudah berlangsung lama, mulai dari zamanya kaset sampai sekarang zamannya VCD/DVD bahkan film yang baru saja keluar di bioskop itu bisa kita dapatkan dengan mudah di tempat penjualan DVD dipinggir jalan walaupun masih versi bioskop plus ada bayangan orang lewat dan ada suara orang batuk.
Pembajakan bukan hanya terjadi pada kepingan-kepingan VCD maupun DVD seperti contoh diatas tapi bisa terjadi juga dengan buku atau pun kamus. Dengan cover buku yang sama, ketebalan yang sama tapi dengan harga yang jauh lebih murah, pasti orang akan memilih yang seperti itu walaupun akan banyak ditemukan cetakan-cetakan yang tidak sempurna atau bahkan hanya lembaran-lembaran kosong!!!ketika ditanyakan ke si penjual dengn mudah dia menjawab “yaa… namanya juga buku murah dek…!!!”

Ada suatu fenomena baru yang saya dapatkan. Kalau contoh-contoh pembajakan diatas mempunyai tujuan komersil tapi ada juga dengan tujuan “membagi ilmu” dengan orang lain. Saya pernah menemukan seseorang yang sedang asyik men-scan suatu buku islami yang kemudian akan dia letakan di internet bahkan niatnya bisa di download full version!!!
Bukankah itu merupakan salah satu pembajakan terselubung dengan alasan “membagikan ilmu”?! pertanyaan tadi pernah ia jawab seperti ini “…apakah pada saat dia mengutip dari Al-Qur`an dia bayar royalty kepada Allah?!” . Benar si penulis tidak membayar royalty kepada Allah, tetapi apakah biaya produksi seperti biaya pencetakan biaya pengeditan itu tidak dipertimbangkan?! Bukankah ini akan merugikan pihak-pihak terkait?! Apakah seorang guru ngaji sekalipun yang mungkin niatnya mengajarkan ngaji anak-anak tidak layak mendapatkan bayaran?! Padahal dia telah meluangkan waktunya dengan mengajarkan anak-anak mengaji dan tidak sempat untuk mencari nafkah, bukan kan itu dzalim namanya?!
Seandainya kita membeli buku itu dan kemudian kita pinjamkan ke orang lain itu lain ceritanya. Semoga Allah kembali meluruskan niatnya atau memaafkan saya apabila pendapat saya ini salah.
Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Iklan

Responses

  1. Beda tipis .. begitulah dalam kehidupan. Sering kali kita terjebak dengan kebaikan dan keburukan dengan perbedaan yang sangat tipis. Yang bisa membedakan hanyalah iman dan hati nurani.

    Good posting.

    thanx bang

    saya setuju dengan abang, memang dalam hidup agak sulit membedakan antara kebaikan dan keburukan dimana perbedaan itu sangat tipis.semoga dengan niat yang tulus hal tersebut bisa lebih condong kepada kebaikan. amin

  2. neng cuma mau ngucapin mohon maaf lahir dan batin.
    minal aidin walfaidzin:)

  3. setuju mas azer. hanya saja bukan saja iman dan hati nurani. terkadang iman dan nurani kita sudah cukup tapi kita suka buta dan melupakan. termasuk saya. coba liat blog saya, banyak barang terlarang tuh. azas usul fiqh yg ku pake selama manfaatnya lebih besar ketimbang mudharatnya kenapa ngga? toh banyak yg membutuhkan.
    tapi klo bajak cd mah udah kebangetan, banyak ruginya ketimbang manfaat. salam!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: