Oleh: azer10 | September 18, 2007

BIJAKSANAKAH?

tibangan.jpgSebagai manusia sosial kita memang dituntut untuk berinteraksi dengan manusia yang lainnya, saling tolong-menolong, saling menasehati. seperti yang tertulis disini

Pada saat kita menjadi seorang pemimpin pada suatu perusahaan seyogyanya kita tidak hanya memikirkan hasil pendapatan dan keuntungan semata, tapi juga memikirkan kesejahteraan karyawannya. itu bisa dikatakan “pemimpin yang bijak” Namun  pada saat kita berusaha menjadi seorang yang “bijak” bagi suatu kelompok namun berbuat tidak adil bagi bagi kelompok yang lain apakah masih dikatakan bijak???. Hanya karena masalah “buntut” seorang karyawan yang masih single diminta untuk tidak melakukan over time (OT) dengan alasan agar OT tersebut bisa diambil untuk teman2 yang sudah memiliki “buntut” padahal karyawan single tersebut memerlukan waktu tambahan untuk menyelesaikan pekerjaan nya.

Karyawan2 yang memiliki “buntut” sudah tidak memiliki pekerjaan lagi!!!pada hari biasa saja mereka hanya duduk2, ngobrol, ngisengin orang sambil menunggu jam pulang datang, tapi kenapa sabtu minggu mereka masuk untuk OT??? padahal mereka sudah tidak memiliki pekerjaan lagi!!! Tetap dengan alasan yang sama “BUNTUT!!!”. Sedangkan si karyawan single harus rela bekerja extra demi menyelesaikan pekerjaanya supaya tidak di “introgasi” tentang pekerjaan yang tidak selesai!!!

Yang jadi masalah sekarang bukan masalah bisa diajak “kerjasama” atau tidak tetapi apakah kebijakan tersebut adil buat semuanya?! seandainya “karyawan berbuntut ” tadi bisa membantu pekerjaan si karyawan singel itu baru adil. Disatu pihak karyawan single tidak terlalu khawatir dengan “introgasi keterlambatan” di pihak lain “karyawan berbuntut” bisa mendapatkan OT tersebut tidak dengan cara MAGABUT (MAkan GAji BUTa ).
Memang tidak semua kebijakan itu bisa di terima semua orang!pasti ada pro dan kontra

Iklan

Responses

  1. Namun pada saat kita berusaha menjadi seorang yang “bijak” bagi suatu kelompok namun berbuat tidak adil bagi bagi kelompok yang lain apakah masih dikatakan bijak???

    Begitulah rimba kehidupan. Selalu saja ada yang harus terpaksa menjadi korban sosial(isme) sepihak.

    apakah harus selalu seperti itu?harus ada yang menjadi korban?
    apakah kebijakan akan selalu bertolak belakang dengan keadilan?
    klo dikorelasikan dalam rumus metematika jadinya gimana tuh pa? 😀

  2. Adil dan bijaksana .. sepertinya kata2 yang berdiri sendiri .. Jadi tidak saja harus adil tapi juga bijaksana. Atau sebaliknya tidak saja harus bijaksana tapi harus adil.

    Kalau hanya dilihat dari kata bijaksana, mungkin tindakan pemimpin sudah benar. Karena memberikan “penghasilan tambahan” buat orang yang sudah buntut. Tentunya karena alasan pengeluaran pegawai “berbuntut” yang lebih banyak.

    Tapi kalo dibilang adil .. baru kata bijaksana menjadi dapat dipersoalkan.

    ya benar bang!ada seorang pemimpin yang mengatakan “jangan pernah bermimpi bahwa kebijakan yang kamu ambil akan selalu disukai banyak orang”. Terbukti toh !!!

  3. masalah buntut ya?
    kok kesannya jadi gak profesional gitu ya?
    hanya karena buntut gito loh…

    masak sih hanya karena udah ada buntutnya jadi lebih diutamain dalam hal OT. biarpun yang satu belum punya buntut, mungkin aja tho dia juga punya keperluan lain yang lebih-lebih urgent?

    setuju…..!!!tidak jadi masalah seandainya didahulukan tp dengan keadilan!kan sama2 enak tuh!bener ga mbak?

  4. […] ini. Yang pertama .. aku barusan menerima sepucuk e-mail yang melayang ke inbox ku. Kedua tentang postingan sahabatku sepuluh hari yang lalu. Ketiga, komentar temanku tentang seorang teman lainnya yang barusan […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: